Harianjogja.com, JOGJA — Apple mengambil langkah strategis dengan memindahkan sebagian produksi komputer desktop Mac Mini dari Asia ke Amerika Serikat. Relokasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir 2026 melalui fasilitas baru di Houston, Texas.
Perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut tidak hanya membangun lini perakitan, tetapi juga memperluas operasionalnya di Houston dengan menghadirkan pusat pelatihan manufaktur canggih. Seusai fasilitas beroperasi penuh, Apple mengeklaim proyek ini akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memperkuat ekosistem industri teknologi di Amerika Serikat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen investasi Apple senilai US$600 miliar untuk empat tahun mendatang yang telah diumumkan sejak Agustus 2025. Kebijakan ini muncul seusai tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kebijakan tarif impor.
Ancaman tarif sebesar 25% yang disampaikan Trump pada Mei 2025 untuk produk yang diproduksi di luar negeri menjadi pemicu utama perubahan strategi rantai pasok Apple. Seusai Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan sejumlah bea masuk tahun sebelumnya, muncul ketidakpastian baru terkait tarif 10% bagi barang non-pengecualian. Kondisi tersebut mendorong Apple memperkuat basis produksi domestik demi mengamankan pasar dalam negeri.
"Apple sangat berkomitmen pada masa depan manufaktur Amerika," tegas CEO Apple, Tim Cook, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026).
Meski lini produksi Mac Mini mulai dipindahkan ke Houston, Chief Operating Officer Apple, Sabih Khan, menegaskan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan Asia. Seusai pembangunan pabrik seluas 22.000 kaki persegi itu rampung, fasilitas Texas akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Amerika secara bertahap, berdampingan dengan produksi server AI yang telah berjalan lebih dahulu.
Sejumlah analis memandang kebijakan ini lebih bersifat simbolis dan politis dibandingkan transformasi total strategi manufaktur Apple. Berdasarkan data penjualan, Mac Mini menyumbang kurang dari 5% terhadap total penjualan lini Mac secara global. Produksi utama seperti iPhone dan iPad hingga kini masih sangat bergantung pada ekosistem pemasok di Asia.
Relokasi sebagian produksi Mac Mini ke Houston ini dinilai sebagai langkah kompromi Apple menghadapi tekanan kebijakan tarif, sekaligus upaya menjaga stabilitas bisnis dan hubungan dengan pemerintah Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































