Akuisisi AI Manus oleh Meta Disorot, China Evaluasi Kontrol Ekspor

1 day ago 4

Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah China meninjau akuisisi startup AI Manus oleh Meta senilai USD 2 miliar, menyusul dugaan pelanggaran aturan ekspor teknologi.

Melansir laporan Financial Times, Kamis (8/1/2026), peninjauan ini difokuskan pada proses perpindahan aset teknologi Manus ke Singapura sebelum akhirnya dibeli oleh Meta. Jika ditemukan adanya kebutuhan lisensi ekspor yang diabaikan, pemerintah China memiliki kekuatan hukum untuk mengintervensi atau bahkan membatalkan transaksi tersebut.

Winston Ma, pakar hukum dari New York University, memperingatkan bahwa para pendiri Manus terancam menghadapi konsekuensi hukum serius jika terbukti mengekspor teknologi yang dibatasi tanpa izin resmi dari otoritas China.

Kasus akuisisi Manus ini menarik perhatian besar karena mencuatnya kekhawatiran terkait tren 'Singapore washing'. Praktik ini merujuk pada startup lokal China yang memindahkan operasionalnya ke Singapura demi menghindari pengawasan ketat pemerintah domestik atau sanksi internasional.

Meski demikian, beberapa sumber menyebutkan bahwa produk agen AI milik Manus mungkin tidak dikategorikan sebagai teknologi vital nasional. Hal ini memberikan peluang bagi kesepakatan tersebut untuk tetap berlanjut jika urgensi intervensinya dinilai rendah.

Manus merupakan produk dari Beijing Butterfly Effect Technology yang didirikan pada tahun 2022. Pada pertengahan 2025, tim inti perusahaan tersebut pindah ke Singapura setelah mendapatkan suntikan dana dari firma modal ventura Benchmark.

Saat ini, operasional perusahaan dijalankan sepenuhnya melalui entitas Butterfly Effect Pte. Ltd. di Singapura. Di sisi lain, Meta menegaskan bahwa setelah akuisisi rampung, Manus tidak akan lagi memiliki keterikatan dengan investor asal China dan tidak akan beroperasi di pasar China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |