494 Jemaah Haji Jogja Siap Berangkat via Embarkasi Hotel di YIA

3 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 494 jemaah haji asal Kota Jogja dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan tahun ini menghadirkan skema baru, yakni menggunakan sistem embarkasi berbasis hotel di kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Jogja, Irfan Zainudin, menjelaskan total jemaah terdiri dari 215 laki-laki dan 179 perempuan yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 1, Kloter 6, Kloter 7, dan Kloter 26.

Dari sisi demografi, mayoritas jemaah berada pada rentang usia 41 hingga 60 tahun dengan jumlah 264 orang. Sementara itu, jemaah berusia di atas 60 tahun tercatat sebanyak 189 orang. Adapun jemaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun.

Embarkasi Hotel Jadi Pengalaman Baru

Untuk pertama kalinya, jemaah haji asal Jogja tidak lagi masuk ke asrama haji konvensional. Mereka akan menjalani proses awal keberangkatan di hotel sekitar bandara, seperti Hotel Ibis YIA dan Novotel YIA.

Dalam skema ini, setiap kamar diisi maksimal tiga orang, berbeda dengan pola sebelumnya yang bisa mencapai 10 orang dalam satu kamar di asrama haji. Fasilitas ini diharapkan memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah sebelum keberangkatan.

“Penyelenggaraan haji tahun ini diupayakan berjalan sesuai syariat dengan dukungan fasilitas yang lebih aman, nyaman, dan efisien,” ujar Irfan, Rabu (15/4/2026).

Inovasi Pertama di Indonesia

Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menyebut konsep embarkasi berbasis hotel ini sebagai inovasi baru dalam penyelenggaraan haji di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan embarkasi yang dekat dengan bandara memberikan kemudahan akses bagi jemaah, sekaligus mengurangi kelelahan sebelum penerbangan jarak jauh.

“Ini pengalaman baru bagi jemaah. Kita bersyukur karena proses embarkasi kini lebih dekat dan praktis,” katanya.

Antisipasi Cuaca dan Skema Khusus

Di sisi lain, petugas juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik mengingat suhu di Arab Saudi diperkirakan cukup tinggi saat musim haji berlangsung. Kasubbag TU Kemenag Kota Jogja, Ahmad Mustafid, menyebut pembimbing ibadah telah memberikan edukasi terkait hal tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema murur, yakni mekanisme khusus bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas saat menjalani mabit di Muzdalifah. Skema ini bertujuan menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah berisiko tinggi.

Koordinasi dengan pendamping jemaah lansia dan disabilitas pun telah dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar.

Pesan Jemaah

Salah satu jemaah tertua, Sarminiah, turut membagikan pesan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak menunda niat menunaikan ibadah haji jika sudah memiliki kesempatan.

“Kalau sudah punya niat, jangan menunggu tua. Ada kesempatan, langsung berangkat,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh jemaah haji asal Jogja dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |