21 Gol dalam 5 Laga, Barcelona Mulai Dekati Rekor Real Madrid

4 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA—Barcelona langsung tancap gas pada awal LaLiga 2026/2027. Setelah lima pertandingan, tim asuhan Hansi Flick sudah mengoleksi 21 gol atau rata-rata 4,2 gol per pertandingan.

Produktivitas tersebut membuat Barcelona mulai dikaitkan dengan rekor gol LaLiga yang masih menjadi milik Real Madrid. Klub asal Madrid itu mencetak 121 gol dalam 38 pertandingan pada musim 2011/2012, sebuah catatan yang hingga kini belum terpecahkan.

Barcelona menyapu bersih lima pertandingan awal LaLiga dengan kemenangan. Setelah menundukkan Elche 5-0, Athletic Club 2-0, Rayo Vallecano 5-2, dan Valencia 5-0, Barcelona kembali menang 4-2 atas Levante pada pertandingan kelima. Total 21 gol tersebut membuat Blaugrana memimpin klasemen dengan 15 poin.

Menariknya, produktivitas tersebut muncul ketika Barcelona tidak lagi memiliki Robert Lewandowski. Penyerang asal Polandia itu meninggalkan Barcelona pada musim panas 2026 untuk bergabung dengan Chicago Fire di Major League Soccer (MLS). Selama empat tahun bersama Barcelona, Lewandowski mencetak 120 gol.

Kepergian pemain yang selama ini identik dengan posisi penyerang tengah itu ternyata tidak langsung membuat lini depan Barcelona kehilangan ketajaman. Beban mencetak gol justru tersebar kepada beberapa pemain.

Raphinha dan Lamine Yamal sama-sama telah mencetak enam gol di LaLiga. Fermín López menyumbang empat gol, sementara Karim Adeyemi dan sejumlah pemain lain juga masuk dalam daftar pencetak gol Barcelona. Data LaLiga mencatat Raphinha dan Yamal sebagai dua pemain teratas Barcelona dengan enam gol, disusul Fermín dengan empat gol.

Tiga pemain tersebut bahkan sudah mengumpulkan 16 gol dari 21 gol Barcelona di LaLiga. Raphinha dan Yamal masing-masing mencetak enam gol, sedangkan Fermín menyumbang empat gol.

Raphinha dan Yamal Jadi Ujung Ketajaman Barcelona

Raphinha menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam awal musim Barcelona. Pemain Brasil itu mencetak enam gol dalam lima pertandingan LaLiga, setelah sebelumnya membuat dua gol melawan Elche, dua gol ketika menghadapi Rayo Vallecano, serta masing-masing satu gol saat melawan Athletic Club dan Valencia.

Lamine Yamal juga memiliki enam gol. Dua di antaranya lahir ketika Barcelona menang 5-0 atas Valencia, sedangkan dua gol lainnya dicetak dalam kemenangan 4-2 atas Levante. Pada pertandingan di Valencia tersebut, Yamal mencetak dua gol dan turut membawa Barcelona mempertahankan rekor sempurna di liga.

Fermín López melengkapi kontribusi trio tersebut dengan empat gol. Gelandang Barcelona itu mencetak dua gol dalam kemenangan atas Elche serta masing-masing satu gol ketika menghadapi Athletic Club dan Valencia.

Distribusi tersebut memperlihatkan bagaimana Barcelona tidak bergantung pada satu pemain untuk menghasilkan gol. Ancaman dapat muncul dari pemain sayap maupun gelandang yang masuk ke area berbahaya.

Flick Ubah Cara Barcelona Mencetak Gol

Pola permainan Hansi Flick menjadi salah satu bagian penting dari produktivitas tersebut. Barcelona tidak sekadar menunggu penyerang tengah berada di kotak penalti, tetapi memaksimalkan pergerakan pemain dari berbagai lini.

Penyerang sayap dapat bergerak ke area tengah dan memasuki kotak penalti, sementara gelandang didorong untuk ikut masuk dari lini kedua. Rotasi posisi yang intens membuat pemain Barcelona memiliki lebih banyak opsi ketika membangun serangan.

Transisi cepat setelah merebut bola juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Dengan pergerakan pemain yang terus berubah, pertahanan lawan harus menghadapi ancaman dari beberapa arah sekaligus.

Kondisi ini menjadi semakin penting setelah Lewandowski pergi. Secara tradisional, klub-klub besar sering menggantungkan produktivitas kepada penyerang tengah yang mampu mencetak 20 hingga 30 gol dalam satu musim. Barcelona pada awal musim 2026/2027 justru membagi kontribusi tersebut kepada beberapa pemain.

Ketajaman itu tidak hanya muncul di kompetisi domestik. Barcelona juga membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan besar atas Feyenoord.

Dalam pertandingan pertama fase liga di Spotify Camp Nou pada 9 September 2026, Barcelona menang 5-1. Raphinha mencetak dua gol, sedangkan Karim Adeyemi, Lamine Yamal, dan Gabriel Jesus masing-masing menyumbang satu gol.

Beberapa hari kemudian, Barcelona kembali mencetak empat gol ketika bertandang ke markas Levante. Xavi Espart membuka keunggulan, Lamine Yamal mencetak dua gol, sedangkan Karim Adeyemi memastikan kemenangan 4-2 lewat gol pada masa tambahan waktu.

Bisakah Barcelona Lewati 121 Gol Real Madrid?

Perbandingan dengan Real Madrid 2011/2012 muncul karena produktivitas Barcelona saat ini berada di atas laju yang dibutuhkan untuk mencapai 121 gol. Dengan 21 gol dari lima pertandingan, Barcelona rata-rata mencetak 4,2 gol setiap laga.

Sementara itu, Real Madrid asuhan José Mourinho mencetak 121 gol dalam 38 pertandingan pada musim 2011/2012. Jika dibagi berdasarkan jumlah pertandingan, rata-rata mereka mencapai sekitar 3,18 gol per laga.

Skuad Real Madrid ketika itu diperkuat Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gonzalo Higuaín. Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan 46 gol sepanjang kompetisi tersebut.

Catatan Barcelona saat ini memang lebih tinggi jika hanya melihat lima pertandingan pertama. Namun, musim masih sangat panjang dan menjaga rata-rata 4,2 gol per laga hingga 38 pertandingan merupakan tantangan berbeda.

Barcelona kini memiliki 21 gol dari lima pertandingan LaLiga dan masih berada di awal perjalanan musim 2026/2027. Raphinha, Lamine Yamal, dan Fermín López menjadi tiga pemain dengan kontribusi gol terbesar dalam laju tersebut, sementara sistem Flick terus memberi ruang bagi pemain dari berbagai posisi untuk ikut mencetak gol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |