Lima Calon Ketum PBNU Disetujui Rais Aam, Siapa Saja?

4 hours ago 6

Lima Calon Ketum PBNU Disetujui Rais Aam, Siapa Saja?

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmat 2026-2031 KH Miftachul Akhyar saat ditemui usai sidang musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 NU di kediaman muasis atau pendiri NU KH Wahab Hasbullah, Minggu (30/8/2026) malam. /Bisnis-Julianus Palermo

Harianjogja.com, JOMBANG—Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak akhir pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Lima calon yang memenuhi persyaratan telah mendapat persetujuan dari Rais Aam PBNU terpilih K.H. Miftachul Akhyar.

Persetujuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses penjaringan calon Ketua Umum PBNU. Tahapan selanjutnya adalah musyawarah untuk menentukan Ketua Umum PBNU periode mendatang.

Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU Prof. Dr. H. Ganefri mengatakan kelima nama tersebut telah disampaikan kepada Rais Aam terpilih.

"Alhamdulillah, Rais Aam terpilih, sesuai dengan tata tertib pemilihan. Setelah kami menghadap Rais Aam terpilih, kelima calon yang kita usulkan itu disetujui oleh Rais Aam secara lisan maupun secara tertulis," ujar Ganefri saat sidang di Gedung Serba Guna, Tambakberas, Jombang, Senin.

Setelah mendapatkan persetujuan tersebut, K.H. Miftachul Akhyar bersama delapan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 NU akan menentukan sosok yang akan memimpin PBNU.

Musyawarah itu digelar di ndalem kasepuhan Kiai Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin pagi.

Ganefri berharap proses musyawarah dapat segera menghasilkan nama Ketua Umum PBNU yang baru.

"Selanjutnya beliau-beliau itu (Rais Aam terpilih dan delapan AHWA) akan bermusyawarah untuk menentukan ketum kita yang baru. Mari kita berdoa agar lebih cepat keluar nama ketum yang baru," kata dia.

Gus Kikin Raih Suara Terbanyak

Kelima calon tersebut ditetapkan berdasarkan perolehan suara pada tahapan sebelumnya.

K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak. Ia mengantongi 472 suara.

Posisi berikutnya ditempati K.H. Zulfa Mustofa dengan 262 suara. Kemudian K.H. Abdussalam Sochib memperoleh 261 suara.

K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapatkan 258 suara. Sementara K.H. Abdul Ghaffar Rozin memperoleh 155 suara.

Kelima nama tersebut selanjutnya diproses sesuai tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.

Pimpinan sidang juga mengonfirmasi sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon. Di antaranya terdapat surat kesediaan menjadi calon, tidak sedang menduduki jabatan politik, serta tidak menjadi pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik dalam satu tahun terakhir.

Calon juga disyaratkan tidak pernah mendapatkan tindakan organisatoris atas kepengurusan yang dipimpinnya dan harus memperoleh persetujuan Rais Aam.

Dari hasil dialog, seluruh calon diketahui telah memiliki berkas persyaratan. Namun, masih terdapat sejumlah dokumen yang perlu dilengkapi.

Nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada AHWA untuk mendapatkan persetujuan.

Zulfa Mustofa Tak Menyangka

Gus Kikin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya dalam proses pemilihan.

Ia juga menyatakan siap maju dan melengkapi berkas persyaratan yang masih kurang.

Sementara itu, K.H. Zulfa Mustofa mengaku tidak menyangka bisa memperoleh 262 suara dalam proses penjaringan calon Ketua Umum PBNU.

"Saya tidak menyangka dengan perolehan saya. Pastinya saya tahu saya dalam hal ini berkompetisi untuk meraih simpati para muktamirin dengan apa ya? Dengan modal yang sangat sangat seadanya gitu ya," kata dia.

Zulfa mengatakan selama lima tahun terakhir dirinya berupaya membangun komunikasi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Jika nantinya dipercaya memimpin PBNU, ia telah menyiapkan sejumlah rencana.

Selain melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, Zulfa menyebut visi dan misinya telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul Panca Khidmat.

"Tentu apa-apa yang saya sampaikan, janji-janji saya dalam visi misi saya, saya sudah mencetak satu buku Panca Khidmat itu, itu akan saya lakukan. Ya, prinsip umumnya saya akan melanjutkan seluruh program yang sudah dilakukan oleh kepemimpinan terdahulu supaya ada kesinambungan. Karena ya, dan terus akan menambah dengan program-program yang lebih baik," kata dia.

Muktamar NU Berlangsung hingga 31 Agustus

Muktamar Ke-35 NU berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.

Agenda tersebut dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri acara penutupan Muktamar Ke-35 NU.

Dengan disetujuinya lima calon oleh Rais Aam terpilih, proses pemilihan Ketua Umum PBNU kini memasuki tahapan musyawarah AHWA. Hasil musyawarah tersebut akan menentukan sosok yang memimpin PBNU untuk periode mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |