Ferrari Bikin Kejutan, Mobil V12 Manual Hadir Saat Era EV Dimulai

10 hours ago 6

Jumali

Jumali Minggu, 05 Juli 2026 15:07 WIB

Ferrari Bikin Kejutan, Mobil V12 Manual Hadir Saat Era EV Dimulai

Ferrari 12Cilindri Manuale/ Ferrari

Harianjogja.com, JOGJA—Ferrari kembali menunjukkan bahwa mesin pembakaran internal masih memiliki tempat penting dalam strategi bisnisnya. Di tengah langkah perusahaan memasuki era kendaraan listrik, pabrikan asal Maranello, Italia, itu memperkenalkan Ferrari 12Cilindri Manuale, sebuah grand tourer edisi terbatas yang menawarkan pengalaman berkendara bergaya transmisi manual dengan dukungan teknologi modern.

Reuters mengungkapkan, kehadiran model ini menarik perhatian karena diumumkan tidak lama setelah Ferrari memperkenalkan mobil listrik pertamanya, Luce. Peluncuran kendaraan listrik tersebut sebelumnya memunculkan beragam respons dari kalangan penggemar, terutama mereka yang menilai karakter Ferrari selama ini identik dengan suara mesin, performa mekanis, dan sensasi mengemudi khas mobil sport bermesin besar.

Melalui 12Cilindri Manuale, Ferrari seakan mengirimkan pesan bahwa transisi menuju elektrifikasi tidak berarti meninggalkan warisan yang telah membentuk identitas merek selama puluhan tahun.

Secara tampilan, mobil ini mempertahankan nuansa klasik Ferrari. Pengemudi akan menemukan pedal kopling dan tuas persneling bergaya open-gate yang selama ini menjadi simbol mobil sport Italia.

Namun di balik desain tersebut, Ferrari tidak menggunakan transmisi manual konvensional. Pabrikan tersebut mengembangkan sistem baru yang disebut Manuale by-Wire.

Teknologi ini memanfaatkan transmisi kopling ganda delapan percepatan yang sudah digunakan pada Ferrari 12Cilindri standar. Pedal kopling dan tuas persneling tetap tersedia, tetapi keduanya bekerja melalui sensor elektronik yang menerjemahkan gerakan pengemudi menjadi instruksi digital untuk perpindahan gigi.

Dengan pendekatan tersebut, Ferrari berupaya mempertahankan sensasi berkendara manual tanpa mengorbankan performa dan efisiensi teknologi transmisi modern.

Untuk menghadirkan pengalaman yang lebih autentik, Ferrari juga merekayasa karakter mekanis pada tuas dan pedal. Tuas persneling dirancang memiliki resistensi dan sensasi perpindahan gigi yang menyerupai transmisi manual klasik. Sementara pedal kopling dibuat memiliki titik gigitan atau bite point yang terasa alami saat digunakan.

Bahkan, sistem tersebut tetap memungkinkan pengemudi melakukan teknik berkendara seperti heel-and-toe ketika menurunkan gigi. Ferrari juga merancang sistem agar mesin dapat mati apabila kopling dilepas terlalu cepat, menyerupai perilaku kendaraan manual pada umumnya.

Dari sisi performa, Ferrari tidak melakukan perubahan pada sektor mesin. Mobil ini tetap mengandalkan mesin V12 naturally aspirated berkapasitas 6,5 liter.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 830 hp dengan putaran maksimum mencapai 9.500 rpm. Performa yang ditawarkan tetap berada di level supercar modern dengan akselerasi 0-100 kilometer per jam sekitar tiga detik dan kecepatan puncak mencapai 338 kilometer per jam.

Motor 1 melaporkan, Ferrari hanya akan memproduksi 1.499 unit 12Cilindri Manuale untuk pasar global. Setiap unit akan dibuat melalui program personalisasi Tailor Made yang memungkinkan konsumen memilih berbagai opsi desain eksklusif.

Beberapa detail khusus yang ditawarkan antara lain emblem bertuliskan "Manuale", desain velg tempa baru, serta aksen garis bodi yang terinspirasi dari Ferrari 365 GTB/4 Daytona, salah satu model legendaris perusahaan.

Di pasar Italia, mobil ini dipasarkan mulai 590.000 euro atau sekitar Rp12 miliar. Pengiriman pertama kepada konsumen dijadwalkan berlangsung pada kuartal pertama 2027.

Peluncuran 12Cilindri Manuale juga mencerminkan strategi Ferrari dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan tradisi. Berdasarkan rencana jangka panjang perusahaan, kendaraan listrik diproyeksikan hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total lini produk Ferrari pada 2030. Sisanya masih akan diisi model bermesin bensin dan teknologi hibrida.

Melalui model ini, Ferrari tidak hanya menawarkan sebuah kendaraan eksklusif, tetapi juga menghadirkan simbol bahwa pengalaman berkendara tradisional masih memiliki tempat di tengah transformasi industri otomotif global menuju era elektrifikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |