Cegah Atlet Pelajar Hijrah, Bupati Sleman Buka Akses Langsung

11 hours ago 4

Harianjogja.com, SLEMAN—Fenomena perpindahan pelajar dari SMP ke SMA di Kota Jogja menjadi perhatian serius Pemkab Sleman. Banyak atlet pelajar memilih pindah sekolah, sehingga berpotensi mengurangi kekuatan kontingen daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati Sleman mengambil langkah tidak biasa dengan membuka akses komunikasi langsung kepada para atlet. Nomor telepon pribadinya dibagikan sebagai jalur aspirasi bagi pelajar yang ingin tetap bersekolah di Sleman namun menghadapi kendala.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono, mengatakan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menahan perpindahan atlet muda ke luar wilayah.

“Masih ada anggapan kalau SMA harus ke Kota Jogja. Akibatnya banyak bibit atlet pindah. Karena itu, atlet yang tetap di Sleman kami fasilitasi secara berkelanjutan,” kata Heru, Senin (13/4/2026).

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet, terutama di usia pelajar yang menjadi fondasi prestasi jangka panjang. Pemkab Sleman juga menekankan pembinaan tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga penguatan mental dan motivasi.

Selain itu, pendekatan langsung kepada atlet diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari akses pendidikan hingga dukungan pembinaan olahraga.

Upaya ini sejalan dengan semangat “Sleman Bergerak Maju Lampaui Batasmu” yang terus digaungkan untuk mendorong atlet melampaui capaian sebelumnya.

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Dalam ajang POPDA DIY 2026, Sleman berhasil meraih juara umum dengan total 287 medali, terdiri dari 91 emas, 86 perak, dan 110 perunggu.

Dominasi Sleman juga terlihat dari raihan 11 gelar juara umum dari 33 cabang olahraga yang dipertandingkan. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan atlet pelajar yang berjenjang dan terarah.

Ke depan, Pemkab Sleman berkomitmen menjaga konsistensi strategi tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi melalui alokasi anggaran perubahan.

“Terkait apresiasi, kami akan berikan saat APBD Perubahan. Raihan emas melampaui target, tapi anggaran saat ini belum mencukupi. Semua peraih medali tetap akan mendapat penghargaan,” ujar Heru.

Dengan kombinasi akses komunikasi langsung, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan anggaran, Pemkab Sleman berharap mampu mempertahankan loyalitas atlet pelajar sekaligus menjaga prestasi olahraga daerah tetap kompetitif di tingkat DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |