
Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan pada Senin.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya udara kabur di sejumlah daerah yang dapat mengurangi jarak pandang. Pengguna transportasi udara juga diminta mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus yang berpotensi mengganggu penerbangan.
Prakirawan BMKG Dendi dalam video prakiraan cuaca yang dipantau di Jakarta, Senin (21/9/2027) pagi, mengatakan wilayah Indonesia bagian barat secara umum diprediksi mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan.
"Untuk wilayah Indonesia bagian barat, secara umum diprediksi berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan ringan terlihat di sini terdapat di sekitar wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah, kemudian di wilayah Kalimantan bagian utara, dan juga untuk di wilayah Jawa masih terdapat potensi hujan ringan, terutama Jawa bagian barat seperti di wilayah Serang dan juga di sekitar wilayah Bandung," ujar dia.
Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah
Potensi hujan ringan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut terutama berpotensi terjadi di Sulawesi bagian barat, Ambon, Maluku, serta wilayah Papua bagian utara hingga tengah.
Sementara itu, potensi udara kabur masih terlihat di sekitar Sumatera bagian tengah hingga selatan dan Kalimantan Timur. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi jarak pandang.
Udara kabur juga berpotensi terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sorong, Papua Barat, dan Manokwari, Papua Barat.
Di Banjarmasin, potensi asap atau kabut masih terlihat. Kondisi tersebut dapat mengganggu pernapasan dan menurunkan kualitas udara.
Waspadai Awan Cumulonimbus
BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan di sejumlah wilayah.
Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus terutama terlihat di wilayah bagian timur Aceh dan Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, bagian timur Jambi, bagian barat Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, serta bagian barat Kepulauan Mentawai.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat bagian utara dan Kalimantan Utara.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, potensi pertumbuhan awan cumulonimbus terlihat di Papua Pegunungan dan Papua. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan saat pesawat lepas landas, mendarat atau melintas di sekitar wilayah pertumbuhan awan.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang menggunakan transportasi udara untuk memperbarui informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
Informasi tersebut penting diperhatikan oleh calon penumpang karena kondisi cuaca, termasuk pertumbuhan awan cumulonimbus, dapat berkaitan dengan operasional penerbangan di wilayah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































