Barcelona Keok di Montilivi, Hansi Flick Singgung Mentalitas dan Wasit

1 week ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Kekalahan Barcelona dari Girona dalam lanjutan La Liga 2025/2026 menjadi sorotan tajam setelah Blaugrana tumbang 1-2 di Stadion Montilivi, Selasa (17/2/2026). Hasil Barcelona vs Girona ini bukan hanya menggagalkan peluang merebut puncak klasemen, tetapi juga memicu protes terkait gol penentu yang dinilai kontroversial.

Barcelona kehilangan momentum penting dalam perburuan gelar seusai gol Fran Beltran pada menit ke-86 mengubah arah pertandingan. Gol tersebut lahir dari situasi yang diprotes pemain Barcelona karena diduga diawali pelanggaran Claudio Echeverri terhadap Jules Kounde. Namun wasit tetap mengesahkannya.

Tim tamu sebenarnya lebih dulu memimpin lewat gol Pau Cubarsi pada menit ke-59. Keunggulan itu hanya bertahan tiga menit karena Thomas Lemar mampu menyamakan skor menjadi 1-1. Intensitas pertandingan meningkat hingga akhir laga sebelum gol kontroversial Fran Beltran memastikan kemenangan tuan rumah.

Seusai pertandingan, Hansi Flick menahan diri untuk tidak berbicara panjang soal keputusan wasit. Ia memilih melempar pertanyaan kepada awak media terkait insiden gol tersebut.

“Kalian semua sudah melihat kejadian ini. Itu pelanggaran atau bukan? Ya? Terima kasih banyak,” ujar Flick seusai laga.

Pelatih asal Jerman itu justru menitikberatkan evaluasi pada performa timnya sendiri. Ia menilai lini belakang tampil kurang solid, terutama pada babak kedua ketika intensitas permainan meningkat. Faktor kebugaran dan rotasi pemain disebut turut memengaruhi konsentrasi di menit-menit krusial.

Hasil Barcelona vs Girona ini membuat Blaugrana tertahan di posisi kedua dengan 58 poin, terpaut dua angka dari Real Madrid di puncak klasemen. Situasi tersebut memperbesar tekanan dalam persaingan gelar La Liga 2025/2026 yang semakin ketat memasuki pekan ke-25.

Flick berharap kembalinya sejumlah pemain kunci seperti Pedri, Marcus Rashford, dan Gavi dapat mengangkat performa tim pada laga-laga berikutnya. Selain persoalan taktik, ia menekankan pentingnya mentalitas dan “rasa lapar” lebih besar untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim, terutama setelah Girona menunjukkan diri sebagai batu sandungan serius dalam perebutan trofi La Liga musim ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |